Jumat, 08 Oktober 2010
Pentingnya Keamanan Dalam Jaringan Komputer
Jaringan komputer saat ini tidak hanya dimiliki oleh perusahaan besar saja melainkan hampir semua perusahaan termasuk lembaga pemeritah sudah memiliki server local, intranet, web server, e-mail ser, database server, dan lain-lain yang diakses oleh masyarakat.
Saat ini banyak piranti lunak maupun keras yang bisa digunakan untuk mengamankan suatu jaringan dari gangguan orang-orang yang bertujuan tidak baik terhadap jaringan yang kita kelola . Dari kedua piranti tersebut masyarakat IT di dunia termasuk di Indonesia tampaknya lebih menyukai piranti lunak (software) untuk keamanan jaringan mereka, karena berbagai pertimbangan termasuk harga.
Microsoft Forefront dan Microsoft System Center merupakan dua produk terkini dan merupakan solusi security yang komprehensif . Produk security yang komprehensif dari hulu ke hilir yang tidak hanya dilengkapi dengan dua atau tiga fungsi scanning, melainkan delapan fitur scanning yang secara simultan dan terus-menerus melindungi infrastruktur TI, dengan tetap menjaga keseimbangan antara reliability dan performance.
Microsoft Forefront ini meliputi Microsoft Forefront Client Security, Microsoft Forefront Security for Exchange Server dan Microsoft Forefront Security for SharePoint. Microsoft Forefront Client Security memberikan perlindungan terhadap malware pada komputer dan sistem operasi yang mudah dioperasikan pengguna. Microsoft Forefront Security for Exchange Server bertugas melindungi e-mail server perusahaan dari berbagai jenis virus, spam dan sejenisnya. Sedangkan Microsoft Forefront Security for SharePoint, menawarkan penggabungan beberapa fitur scanning virus untuk melindungi data perusahaan secara komprehensif, khususnya pada data-data penting dan rahasia.
Kehadiran Microsoft Forefront sendiri dinilai positif oleh banyak pihak. “IDC percaya Forefront akan menjadi salah satu faktor kunci dari “Microsoft People Ready Business”, terutama dalam urusan keamanan informasi dan pengaturan hak akses,” ujar sumber dari IDC. Hal senada juga disampaikan oleh Gartner yang memprediksi hingga akhir 2008, Microsoft akan berhasil menguasai 30 persen dari pasar desktop antivirus dan antispyware pada perusahaan dengan jumlah pegawai di bawah 1.000 orang.
Sementara Microsoft Forefront bekerja menangani security, Microsoft System Center menawarkan fungsi membantu seorang administrator dalam melakukan monitoring dan pengelolaan server secara proaktif. Aplikasi ini menyederhanakan proses yang sebelumnya harus dilakukan seorang administrator menggunakan beberapa aplikasi, dengan hanya satu aplikasi.
Perpaduan Microsoft Forefront dan Microsoft System Center akan menghasilkan sebuah sinergi antara solusi security dan solusi manajemen infrastruktur TI, yang membuat penggunanya mampu mengontrol semua infrastruktur yang ada, dengan menyederhanakan proses pengaman dan manajemen server sehingga didapat produktivitas yang maksimal.
Sementara itu Manager Server Business Group Microsoft Indonesia, Adrian Anwar, mengatakan bahwa peningkatan yang bisa dicapai dari pemanfaatan Microsoft Forefront dan Microsoft System Center secara bersamaan dengan teknologi Microsoft lainnya adalah “20-40-60-80”. Angka tersebut merupakan penjabaran dari peningkatan availability hingga 20%, penurunan biaya administrasi hingga 40%, penghematan lebih dari 60% pada sumber daya TI dan pengurangan biaya pekerjaan TI hingga 80%.“Security, saat ini masih menjadi prioritas yang sangat penting bagi pelanggan dan Microsoft. Itu sebabnya sebagai perusahaan, kami sangat serius dengan investasi yang telah kami tanamkan untuk produk security, proses dan edukasi konsumen,” ujar Jacqueline Peterson Jarvis, Senior Marketing Manager untuk Microsoft Security Product se Asia Pasific. “Kian hari, kian banyak konsumen yang berinvestasi pada solusi security. Untuk seluruh dunia, harapan kami, pasar security akan tumbuh hingga 15 persen hingga tahun 2010. Sedangkan, di Indonesia, kami memprediksi pasar akan tumbuh hingga 20 persen hingga tahun 2008.”Dalam mengembangkan solusi security, Microsoft telah menginvestasikan dana sebesar US$ 3,190 juta (sekitar Rp 29,348 milyar) hingga akhir tahun 2005 dan akan terus bertambah hingga mencapai US$ 5,320 juta (sekitar Rp 48,944 milyar) pada akhir tahun 2009.
Salah satu mitra Microsoft dalam memasarkan solusi keamanan adalah PT Kairos Utama Indonesia. Perusahaan ini bergerak dalam bidang IT Consulting yang fokus pada IT Security. Sebelum menjadi partner Microsoft, PT Kairos merupakan pemegang produk antivirus bernama Antigen yang diproduksi Sybari di Indonesia. Pasca Microsoft mengakuisisi Sybari, Microsoft Indonesia mengajak PT Kairos untuk bergabung menjadi partner mereka. Setelah pada bulan Maret 2006 menjadi Certified Partner, pada Januari 2007, perusahaan ini resmi menjadi Microsoft Gold Certified Partner.
“Kami percaya, peranan kami sebagai Microsoft partner dan dengan dukungan Microsoft sebagai IT leader di dunia, kami dapat lebih memberikan kontribusi dan pelayanan bagi teknologi informasi, baik di Indonesia maupun di dunia,” ujar Laura C, General Manager PT Kairos Utama Indonesia.
Sedangkan mitra lainnya adalah PT Mitra Integrasi Informatika yang telah bermitra sejak lebih dari 10 tahun lamanya. Perusahaan ini adalah Microsoft Gold Certified Partner yang menyediakan berbagai solusi Microsoft mulai dari Security, Advance Infrastructure, Information Worker, pelatihan hingga lisensi. Rudy Agus Kurniawan, Sales Director – Infrastructure PT Mitra Integrasi Informatika mengatakan, “Microsoft adalah salah satu partner kami yang terpenting dan terpercaya. Oleh karenanya, kami telah mendedikasikan lebih dari 30 orang konsultan untuk mendukung solusi Microsoft. Hadirnya dua solusi dari Microsoft yaitu Microsoft Forefront dan Microsoft System Centre menjadikan MII sebagai penyedia solusi security dan infrastructure yang lebih komprehensif.”
Peluncuran kedua produk ini setidaknya memasukkan nama besar Microsoft dalam pasar manajemen dan keamanan TI yang saat ini mencapai US$ 28 milyar (sekitar Rp 257,6 triliun), dengan estimasi perkembangan 10% – 15% per tahun hingga tahun 2010. Kebutuhan pengguna yang menempatkan 70% dari belanja TI pada masalah maintenance menjadi sebuah peluang besar bagi kesuksesan kedua produk ini. Apalagi, adanya sinergi dari Microsoft System Center dengan Microsoft Forefront pada sistem berbasis Windows, akan membuat manajemen infrastruktur TI semakin mudah dikelola dan ditingkatkan menjadi semakin baik.
Menurut Gartner, keuntungan yang didapat oleh penyedia aplikasi keamanan pada tahun 2005 mecapai US$ 7,4 milyar (sekitar Rp 68,08 trilyun) dan diprediksi akan terus meningkat menjadi US$ 12 milyar (sekitar Rp 110 trilyun) pada tahun 2010, dengan rata-rata peningkatan 10,1 persen per tahun. Hingga bulan Juli 2006, pasar antivirus sudah mencapai 54% dan produk keamanan Microsoft akan turut ambil bagian didalamnya.
Saat ini banyak piranti lunak maupun keras yang bisa digunakan untuk mengamankan suatu jaringan dari gangguan orang-orang yang bertujuan tidak baik terhadap jaringan yang kita kelola . Dari kedua piranti tersebut masyarakat IT di dunia termasuk di Indonesia tampaknya lebih menyukai piranti lunak (software) untuk keamanan jaringan mereka, karena berbagai pertimbangan termasuk harga.
Microsoft Forefront dan Microsoft System Center merupakan dua produk terkini dan merupakan solusi security yang komprehensif . Produk security yang komprehensif dari hulu ke hilir yang tidak hanya dilengkapi dengan dua atau tiga fungsi scanning, melainkan delapan fitur scanning yang secara simultan dan terus-menerus melindungi infrastruktur TI, dengan tetap menjaga keseimbangan antara reliability dan performance.
Microsoft Forefront ini meliputi Microsoft Forefront Client Security, Microsoft Forefront Security for Exchange Server dan Microsoft Forefront Security for SharePoint. Microsoft Forefront Client Security memberikan perlindungan terhadap malware pada komputer dan sistem operasi yang mudah dioperasikan pengguna. Microsoft Forefront Security for Exchange Server bertugas melindungi e-mail server perusahaan dari berbagai jenis virus, spam dan sejenisnya. Sedangkan Microsoft Forefront Security for SharePoint, menawarkan penggabungan beberapa fitur scanning virus untuk melindungi data perusahaan secara komprehensif, khususnya pada data-data penting dan rahasia.
Kehadiran Microsoft Forefront sendiri dinilai positif oleh banyak pihak. “IDC percaya Forefront akan menjadi salah satu faktor kunci dari “Microsoft People Ready Business”, terutama dalam urusan keamanan informasi dan pengaturan hak akses,” ujar sumber dari IDC. Hal senada juga disampaikan oleh Gartner yang memprediksi hingga akhir 2008, Microsoft akan berhasil menguasai 30 persen dari pasar desktop antivirus dan antispyware pada perusahaan dengan jumlah pegawai di bawah 1.000 orang.
Sementara Microsoft Forefront bekerja menangani security, Microsoft System Center menawarkan fungsi membantu seorang administrator dalam melakukan monitoring dan pengelolaan server secara proaktif. Aplikasi ini menyederhanakan proses yang sebelumnya harus dilakukan seorang administrator menggunakan beberapa aplikasi, dengan hanya satu aplikasi.
Perpaduan Microsoft Forefront dan Microsoft System Center akan menghasilkan sebuah sinergi antara solusi security dan solusi manajemen infrastruktur TI, yang membuat penggunanya mampu mengontrol semua infrastruktur yang ada, dengan menyederhanakan proses pengaman dan manajemen server sehingga didapat produktivitas yang maksimal.
Sementara itu Manager Server Business Group Microsoft Indonesia, Adrian Anwar, mengatakan bahwa peningkatan yang bisa dicapai dari pemanfaatan Microsoft Forefront dan Microsoft System Center secara bersamaan dengan teknologi Microsoft lainnya adalah “20-40-60-80”. Angka tersebut merupakan penjabaran dari peningkatan availability hingga 20%, penurunan biaya administrasi hingga 40%, penghematan lebih dari 60% pada sumber daya TI dan pengurangan biaya pekerjaan TI hingga 80%.“Security, saat ini masih menjadi prioritas yang sangat penting bagi pelanggan dan Microsoft. Itu sebabnya sebagai perusahaan, kami sangat serius dengan investasi yang telah kami tanamkan untuk produk security, proses dan edukasi konsumen,” ujar Jacqueline Peterson Jarvis, Senior Marketing Manager untuk Microsoft Security Product se Asia Pasific. “Kian hari, kian banyak konsumen yang berinvestasi pada solusi security. Untuk seluruh dunia, harapan kami, pasar security akan tumbuh hingga 15 persen hingga tahun 2010. Sedangkan, di Indonesia, kami memprediksi pasar akan tumbuh hingga 20 persen hingga tahun 2008.”Dalam mengembangkan solusi security, Microsoft telah menginvestasikan dana sebesar US$ 3,190 juta (sekitar Rp 29,348 milyar) hingga akhir tahun 2005 dan akan terus bertambah hingga mencapai US$ 5,320 juta (sekitar Rp 48,944 milyar) pada akhir tahun 2009.
Salah satu mitra Microsoft dalam memasarkan solusi keamanan adalah PT Kairos Utama Indonesia. Perusahaan ini bergerak dalam bidang IT Consulting yang fokus pada IT Security. Sebelum menjadi partner Microsoft, PT Kairos merupakan pemegang produk antivirus bernama Antigen yang diproduksi Sybari di Indonesia. Pasca Microsoft mengakuisisi Sybari, Microsoft Indonesia mengajak PT Kairos untuk bergabung menjadi partner mereka. Setelah pada bulan Maret 2006 menjadi Certified Partner, pada Januari 2007, perusahaan ini resmi menjadi Microsoft Gold Certified Partner.
“Kami percaya, peranan kami sebagai Microsoft partner dan dengan dukungan Microsoft sebagai IT leader di dunia, kami dapat lebih memberikan kontribusi dan pelayanan bagi teknologi informasi, baik di Indonesia maupun di dunia,” ujar Laura C, General Manager PT Kairos Utama Indonesia.
Sedangkan mitra lainnya adalah PT Mitra Integrasi Informatika yang telah bermitra sejak lebih dari 10 tahun lamanya. Perusahaan ini adalah Microsoft Gold Certified Partner yang menyediakan berbagai solusi Microsoft mulai dari Security, Advance Infrastructure, Information Worker, pelatihan hingga lisensi. Rudy Agus Kurniawan, Sales Director – Infrastructure PT Mitra Integrasi Informatika mengatakan, “Microsoft adalah salah satu partner kami yang terpenting dan terpercaya. Oleh karenanya, kami telah mendedikasikan lebih dari 30 orang konsultan untuk mendukung solusi Microsoft. Hadirnya dua solusi dari Microsoft yaitu Microsoft Forefront dan Microsoft System Centre menjadikan MII sebagai penyedia solusi security dan infrastructure yang lebih komprehensif.”
Peluncuran kedua produk ini setidaknya memasukkan nama besar Microsoft dalam pasar manajemen dan keamanan TI yang saat ini mencapai US$ 28 milyar (sekitar Rp 257,6 triliun), dengan estimasi perkembangan 10% – 15% per tahun hingga tahun 2010. Kebutuhan pengguna yang menempatkan 70% dari belanja TI pada masalah maintenance menjadi sebuah peluang besar bagi kesuksesan kedua produk ini. Apalagi, adanya sinergi dari Microsoft System Center dengan Microsoft Forefront pada sistem berbasis Windows, akan membuat manajemen infrastruktur TI semakin mudah dikelola dan ditingkatkan menjadi semakin baik.
Menurut Gartner, keuntungan yang didapat oleh penyedia aplikasi keamanan pada tahun 2005 mecapai US$ 7,4 milyar (sekitar Rp 68,08 trilyun) dan diprediksi akan terus meningkat menjadi US$ 12 milyar (sekitar Rp 110 trilyun) pada tahun 2010, dengan rata-rata peningkatan 10,1 persen per tahun. Hingga bulan Juli 2006, pasar antivirus sudah mencapai 54% dan produk keamanan Microsoft akan turut ambil bagian didalamnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Biodata saya
- Profile
- Nama Saya Dewi Suciati, saya Lahir di Jakarta Pada Tanggal 03 Desember 1990. sekarang saya sedang menjalani kuliah di Universitas Gunadarma Depok. Tujuan saya kuliah di Universitas Gunadarma untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tentang komputer.
0 komentar:
Posting Komentar